PENDEKATAN TEOLOGIS TENTANG SEMUA MANUSIA ADALAH PEMBOHONG BERDASARKAN MAZMUR 116:11b DAN RELEVANSINYA BAGI NILAI INTEGRITAS MAHASISWA KRISTEN
DOI:
https://doi.org/10.64533/nahiru.V2.I1.592Keywords:
Mazmur 116:11b, kebohongan, kejujuran, etika Kristen, pembentukan karakterAbstract
Mazmur 116:11b menyatakan bahwa “semua manusia adalah pembohong,” suatu pernyataan yang dapat dipahami secara keliru sebagai vonis universal terhadap manusia apabila dilepaskan dari konteks sastra dan keadaan pemazmur. Kajian terdahulu mengenai kebohongan dalam perspektif Alkitab dan etika Kristen telah membahas kebohongan dalam narasi Alkitab, dilema etis, serta pembentukan nilai kejujuran, tetapi belum secara khusus mengintegrasikan pembacaan Mazmur 116:11b dengan konteks Mazmur 116:10–12 dan implikasinya bagi pembentukan integritas dalam komunitas pendidikan Kristen berasrama. Penelitian ini bertujuan menjelaskan makna teologis pernyataan “semua manusia adalah pembohong” berdasarkan Mazmur 116:11b serta merumuskan relevansinya bagi nilai integritas mahasiswa Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan eksegesis tekstual dengan memperhatikan konteks sastra, analisis leksikal, perbandingan penafsiran, dan sintesis tema teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernyataan “semua manusia adalah pembohong” merupakan ucapan pemazmur dalam keadaan kegentaran dan tidak dimaksudkan sebagai pernyataan antropologis bahwa setiap manusia senantiasa berdusta. Secara teologis, pernyataan tersebut menegaskan kontras antara ketidakandalan manusia dan kesetiaan Allah serta mengarahkan kepercayaan manusia kepada Allah yang benar dan dapat diandalkan. Dalam konteks pembentukan integritas mahasiswa Kristen, temuan tersebut memberikan dasar teologis bagi pengajaran kebenaran, keteladanan, pengakuan kesalahan, disiplin tutur, doa, dan pembiasaan hidup jujur. Dengan demikian, kontribusi penelitian ini terletak pada pembacaan Mazmur 116:11b secara kontekstual yang menghubungkan temuan eksegetis tentang kegentaran dan ketidakandalan manusia dengan sintesis teologis mengenai kesetiaan Allah serta implikasinya bagi pembentukan integritas dalam komunitas Kristen berasrama.
References
Anditya, Novia Hoki, Meicky S. Panggabean, dan Dylmoon Hidayat. “The Acts of Academic Dishonesty in a Christian School.” JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education 2, no. 1 (2018): 1–11
Barth, Marie-Claire, dan B. A. Pareira. Tafsiran Alkitab: Kitab Mazmur 73–150. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2005.
Brown, Francis, S. R. Driver, and Charles A Briggs. A Hebrew and English Lexicon of the Old Testament, with an Appendix Containing The Biblical Aramaic (Based on The Lexicon of William Gesenius as Translated by Edward Robinson). Edited by Francis Brown, S. R. Driver, and Charles A Briggs. 5th ed. Oxford, UK: Clarendon Press, 1907.
Clem, Stewart. “Lying to the Nazi at the Door: A Thomistic Reframing of the Classic Moral Dilemma.” Journal of Religious Ethics 49, no. 1 (2021): 6–32. https://doi.org/10.1111/jore.12338.
Creswell, John W., dan Cheryl N. Poth. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. 4th ed. Thousand Oaks, CA: Sage, 2018.
Elliger, Karl, dan Wilhelm Rudolph, eds. Biblia Hebraica Stuttgartensia. Stuttgart: Deutsche Bibelgesellschaft, 1997.
Goldingay, John. Psalms, Volume 3: Psalms 90–150. Grand Rapids, MI: Baker Academic, 2008.
Gorman, Michael J. Elements of Biblical Exegesis: A Basic Guide for Students and Ministers. 3rd ed. Grand Rapids, MI: Baker Academic, 2020.
Hidayat, M., R. Rozak, K. Hakam, M. Kembara, dan M. Parhan. “Character Education in Indonesia: How Is It Internalized and Implemented in Virtual Learning?” Jurnal Cakrawala Pendidikan 41, no. 1 (2022): 186–198. https://doi.org/10.21831/cp.v41i1.45920.
Koehler, Ludwig, and Walter Baumgartner. The Hebrew and Aramaic Lexicon of the Old Testament (HALOT) (Translated and Edited Under The Supervision Of M.E.J.). Edited by Richardson. Koninklijke Bril NV, Leiden The Netherlands: Brill, 2000.
Krippendorff, Klaus. Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. 4th ed. Thousand Oaks, CA: Sage, 2018.
Longman III, Tremper. Psalms: An Introduction and Commentary. Downers Grove, IL: IVP Academic, 2014.
Messi, dan Edi Harapan. “Menanamkan Nilai-Nilai Kejujuran di dalam Kegiatan Madrasah Berasrama (Boarding School).” JMKSP: Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan 2, no. 2 (2017): 278–290. https://doi.org/10.31851/jmksp.v2i2.1476.
Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim, Matius I. Totok Dwikoryanto, dan Fatiaro Zega. “Kontroversi Bohong dalam Keluaran 1:8–22.” Jurnal Teologi Berita Hidup 4, no. 1 (2021): 221–234. https://doi.org/10.38189/jtbh.v4i1.146.
Puffer, Matthew. “Retracing Augustine’s Ethics: Lying, Necessity, and the Image of God.” Journal of Religious Ethics 44, no. 4 (2016): 685–720. https://doi.org/10.1111/jore.12159.
Saeful, Achmad. “Implementasi Nilai Kejujuran dalam Pendidikan.” Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam 4, no. 2 (2021): 124–142.
Spurgeon, Charles H. The Treasury of David: An Expository and Devotional Commentary on the Psalms, Vol. 6. London: Passmore and Alabaster, 1885.
Sudrajat, Sudrajat, Agustina Tri Wijayanti, dan Gautam Kumar Jha. “Inculcating Honesty Values in Boarding School: Study in Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta.” AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan 16, no. 1 (2024): 317–327. https://doi.org/10.35445/alishlah.v16i1.4501.
Umar, Mahdi Hamzah, Rahmatullah, dan Siar Ni’mah. “Integrity Character Education in Indonesia: Systematic Literature Review and Bibliometric Analysis.” AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan 16, no. 4 (2024): 5457–5472. https://doi.org/10.35445/alishlah.v16i4.5644.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nahiru: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








