Archives
-
NAHIRU: Jurnal teologi dan Keagamaan kristen
Vol. 1 No. 1 (2025)Kata "Nahiru" (נָהִירוּ) dalam bahasa Aram merupakan bentuk yang berkaitan dengan akar kata נָהַר (nāhar) yang artinya bersinar, bercahaya, memancarkan terang. Kata ini digunakan terutama dalam bahasa Aram, bukan Ibrani klasik, dan muncul di bagian-bagian tertentu dari Perjanjian Lama yang ditulis dalam bahasa Aram, seperti Daniel 5:14: “Aku telah mendengar tentang engkau, bahwa roh para dewa ada padamu, dan bahwa terang (נְהִירוּ), pengertian dan hikmat yang luar biasa terdapat padamu.” Dalam konteks teologis, "nahiru" sering dimaknai sebagai simbol penerangan ilahi atau pencerahan rohani, khususnya dalam literatur Ibrani dan Aram yang berhubungan dengan hikmat dan wahyu dari Allah. Dalam teologi Kristen, kata ini dapat ditafsirkan sebagai simbol dari pewahyuan, kebenaran, atau firman yang menerangi kegelapan, sejalan dengan metafora terang dalam Yohanes 1:5 ("Terang itu bercahaya di dalam kegelapan..."). Jadi, "Nahiru" menggambarkan visi jurnal teologi STTII AMBON sebagai media penerangan intelektual dan spiritual melalui kebenaran firman Tuhan.
-
Nahiru: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen
Vol. 1 No. 2 (2026)Kata "Nahiru" (נָהִירוּ) dalam bahasa Aram merupakan bentuk yang berkaitan dengan akar kata נָהַר (nāhar) yang artinya bersinar, bercahaya, memancarkan terang. Kata ini digunakan terutama dalam bahasa Aram, bukan Ibrani klasik, dan muncul di bagian-bagian tertentu dari Perjanjian Lama yang ditulis dalam bahasa Aram, seperti Daniel 5:14: “Aku telah mendengar tentang engkau, bahwa roh para dewa ada padamu, dan bahwa terang (נְהִירוּ), pengertian dan hikmat yang luar biasa terdapat padamu.” Dalam konteks teologis, "nahiru" sering dimaknai sebagai simbol penerangan ilahi atau pencerahan rohani, khususnya dalam literatur Ibrani dan Aram yang berhubungan dengan hikmat dan wahyu dari Allah. Dalam teologi Kristen, kata ini dapat ditafsirkan sebagai simbol dari pewahyuan, kebenaran, atau firman yang menerangi kegelapan, sejalan dengan metafora terang dalam Yohanes 1:5 ("Terang itu bercahaya di dalam kegelapan..."). Jadi, "Nahiru" menggambarkan visi jurnal teologi STTII AMBON sebagai media penerangan intelektual dan spiritual melalui kebenaran firman Tuhan.








